Daftar

Rabu, 19 November 2014

Bertanya Dalam Kebisuan

Mengapa ia datang tatkala aku merasa nyaman dalam kesendirianku. Meskipun hadirnya tetap membuatku masih sendiri. Namun ia memberikan sedikit warna dalam kesepianku. Ia juga membuatku menambah harapan-harapan di masa depan, yang tadinya telah ku kunci mati untuk menghentikannya sebelum ada kemajuan yang memberi isyarat untuk menambah harapan lagi.

Ia juga membuatku menambah deret fokusku. Membariskan dirinya sendiri dalam deretan yang akan ku pilih. Meskipun semuanya masih semu, tapi kestabilan hatiku menjadi terusik karena ini.

Dan aku tetap hanya bisa diam. Memerhati setiap yang berderet. Meskipun aku menyadari bahwa deret yang ku pasang sendiri itu belum tentu datang pada barisan yang akan ku pilih. Artinya yang ku pasang masih semu, yang nyata baru ia yang datang. Itupun masih sangat jauh kepastiannya. 

Sungguh aku tak ingin tenggelam dalam ketidakpastian yang membuatku terombang-ambing di antara kebahagiaan dan kesedian. Aku tak ingin hatiku lagi-lagi terusik dalam permainan setan.

Ya Allah, hanya Engkaulah yang Maha Tahu. Jagalah hamba dari sesuatu yang bisa membuatku terperosok dalam kehinaan.  Tunjukkanlah se terang-terangnya apa yang baik untuk iman dan islamku.

Wahai angin, wahai langit, wahai hamparan hijau yang luas, wahai bangunan kokoh tempatku berpijak, dan semua disekelilingku yang tak ku sebutkan, kalian saksi bisuku. jika benar seluruh yang Allah ciptakan senantiasa bertasbih pada-Nya, semoga saksi bisuku ini ikut mendoakanku.


Tidak ada komentar: