Mengapa ia datang tatkala aku merasa nyaman dalam
kesendirianku. Meskipun hadirnya tetap membuatku masih sendiri. Namun ia
memberikan sedikit warna dalam kesepianku. Ia juga membuatku menambah
harapan-harapan di masa depan, yang tadinya telah ku kunci mati untuk
menghentikannya sebelum ada kemajuan yang memberi isyarat untuk menambah
harapan lagi.
Ia juga membuatku menambah deret fokusku. Membariskan
dirinya sendiri dalam deretan yang akan ku pilih. Meskipun semuanya masih semu,
tapi kestabilan hatiku menjadi terusik karena ini.
Dan aku tetap hanya bisa diam. Memerhati setiap yang
berderet. Meskipun aku menyadari bahwa deret yang ku pasang sendiri itu belum
tentu datang pada barisan yang akan ku pilih. Artinya yang ku pasang masih semu, yang nyata baru
ia yang datang. Itupun masih sangat jauh kepastiannya.
Sungguh aku tak ingin
tenggelam dalam ketidakpastian yang membuatku terombang-ambing di antara
kebahagiaan dan kesedian. Aku tak ingin hatiku lagi-lagi terusik dalam
permainan setan.
Ya Allah, hanya Engkaulah yang Maha Tahu. Jagalah hamba dari sesuatu yang bisa membuatku terperosok dalam kehinaan. Tunjukkanlah se terang-terangnya apa yang baik untuk iman dan islamku.
Wahai angin, wahai langit, wahai hamparan hijau yang luas, wahai bangunan kokoh tempatku berpijak, dan semua disekelilingku yang tak ku sebutkan, kalian saksi bisuku. jika benar seluruh yang Allah ciptakan senantiasa bertasbih pada-Nya, semoga saksi bisuku ini ikut mendoakanku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar